KAWISTA (Limonia acidissima)

Klasifikasi ilmiah:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Limonia
Spesies : Limonia
acidissima
Buah Kawista atau yang juga dikenal
dengan buah Kawis ini aslinya berasal dari India. Pohon Kawista tumbuh alami di daerah
India, Sri Langka, Myanmar, dan Indocina, kemudian menyebar hingga ke Malaysia
dan Indonesia. Di Indonesia buah ini identik dengan kota Rembang dan buah ini termasuk buah langka, maka tidak jarang jika banyak orang yang
tidak mengetahui buah tersebut.
Pohon Kawista ini merupakan
tanaman dataran rendah di daerah tropis dengan kondisi tanah yang kering, dan
mampu tumbuh hingga pada ketinggian 400 m dpl. Pohonnya tumbuh lambat dan tidak
akan menghasilkan buah sampai berumur 15 tahun atau lebih. Memiliki akar
tunggang. Kulit batangnya bertekstur kasar, batangnya relatif kecil dan bisa
mencapai tinggi hingga 12 meter dengan cabang dan ranting yang ramping, serta
memiliki kebiasaan meluruhkan daunnya. Cabang pohon Kawista biasanya ditumbuhi
duri, duri ini tajam dan lurus serta panjangnya mencapai 4 cm. Kayu kawista
berwarna putih kekuningan, keras, agak berat, dan berserat kasar.
Daunnya majemuk berukuran panjang
hingga 12 centimeter, bersirip ganjil dengan rakis dan tangkainya yang bersayap
sempit, anak daunnya berhadapan (dua sampai tiga pasang), anak daun ujung
berbentuk bundar telur sungsang, panjangnya sampai 4 cm dan memiliki kelenjar
minyak.
Gambar
bunga Kawista
Bunga jantan dan bunga sempurnanya
berbilang lima, biasanya bergerombol dengan warna putih, hijau atau
lembayung-kemerahan, terletak di ketiak daun atau di ujung ranting.
Gambar
buah Kawista
Buahnya betipe buah buni,
berdiameter sampai 10 cm (berbentuk bulat, kulitnya keras dan permukaannya
bersisik berwarna putih-krem sedikit coklat kehijauan). Daging buahnya
berserabut berwarna coklat kehitaman, beraroma harum-segar dan berisi banyak
biji yang berlendir. Bijinya berukuran
panjang 5-6 mm, berbulu,
berkeping biji dua dan tebal serta berwarna hijau. Perkecambahan biji buah
Kawista ini adalah epigeal.
Kandungan daging buah Kawista
kira-kira sepertiga dari keseluruhan buah. Kandungan pektin buah segarnya
adalah 3-5%. Setiap 100 gram daging buah yang dapat dimakan mengandung: 74 gram
air, 8 gram protein, 1.5 gram lemak, 7.5 gram karbohidrat dan 5 gram abu.
Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam
kalium, kalsium dan besi.

Hasil
olahan buah Kawista
Buah Kawista ketika masak akan jatuh
dengan sendirinya dari pohon. Buah ini bisa dimakan secara langsung sebagai
buah, atau bisa juga daging buah yang matang dapat dicampur dengan gula. Di
Indonesia buah ini dapat diolah menjadi sirup Kawista atau yang disebut juga
dengan “The Java Cola” dan dodol buah Kawista yang merupakan buah tangan ciri
khas dari Kota Rembang . Namun di negara Sri Langka, buah ini dijadikan krim
Kawista yang menjadi salah satu komoditas ekspor.
Manfaat buah Kawista yang matang
yaitu sebagai obat penurun panas, sakit perut, serta dimanfaatkan sebagai
tonikum. Kulit batang Kawista dalam berbagai ramuan obat tradisional digunakan
untuk mengobati haid yang berlebihan, gangguan hati, mengatasi mual-mual, dan
dapat juga untuk mengobati luka akibat gigitan dan sengatan serangga. Kayu
Kawista dapat digunakan sebagai bangunan rumah dan barang kerajinan. Getah dari
kulit kayu Kawista yang dikumpulkan juga memiliki manfaat obat, yaitu digunakan
sebagai pengganti gom Arab.
Referensi:
http://alamendah.wordpress.com/2010/02/08/pohon-kawista-kawis-yang-kurang-populer/
http://duniatanaman.com/kawista-buah-cola-dari-jawa.html
http://rembangnews.wordpress.com/tag/kawis-buah-khas-rembang/
http://www.naturindonesia.com/tanaman-pangan/tanaman-buah-dan-sayuran-k/746-kawista.html
http://zipcodezoo.com/Animals/L/Limonia_acidissima/



Saya pernah coba sirup buah kawista. Rasanya manis. Saya sekarang lagi coba menanam pohon kawista. Semoga pohonnya cepat tumbuh ya gan
BalasHapus