Halaman

Rabu, 25 September 2013

Makalah Kanker Serviks


KANKER LEHER RAHIM (KANKER SERVIKS)

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Biologi Sel
Dosen Pengampu : Dian Triastari Armanda, M.Si



 
Logo-IAIN-Walisongo-Semarang.jpg


                                   Disusun Oleh: 
             Reginia Candra Arinta         (103811022)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013

KANKER LEHER RAHIM (KANKER SERVIKS)
I.             PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan sedang giat-giatnya melakukan pembangunan. Namun dibalik pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan, banyak pula permasalahan yang sering dihadapi oleh Indonesia, salah satunya adalah kematian yang disebabkan oleh penyakit. Banyak kasus kematian yang dialami oleh rakyat Indonesia yang disebabkan karena suatu penyakit, baik dari penyakit yang ringan namun tidak ditangani secara baik sampai penyakit yang cukup berat dan mematikan. Penyakit yang cukup mematikan yang sedang dihadapi oleh Indonesia cukup beragam, diantaranya adalah kanker.
Kanker adalah tumbuhnya sel-sel yang tidak normal (abnormal) pada jaringan atau organ tertentu yang terus menerus dan tidak terkendali. Sel kanker ini bersifat ganas dan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.[1] Sel kanker tidak menanggapi secara normal mekanisme pengontrolan tubuh. Sel itu membelah secara berlebihan dan menyerang jaringan lain.[2] Sel kanker dapat berasal dari setiap jenis sel yang terdapat dalam tubuh manusia, salah satunya yaitu sel kanker yang terjadi pada leher rahim atau yang sering disebut juga dengan serviks. Pada makalah ini, akan dibahas mengenai kanker serviks.
II.          RUMUSAN MASALAH
A.    Apakah kanker serviks itu dan bagaimana gejala-gejalanya serta bagaimana tingkatan stadium kanker serviks itu?
B.     Apa sajakah faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks?
C.     Bagaimana cara pengobatan dan pencegahan kanker serviks?

III.       PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang bagian serviks atau leher rahim. Serviks berasal dari bahasa latin yang artinya leher. Serviks adalah organ yang menghubungkan rahim dan vagina.[3] Serviks terbagi menjadi dua bagian, yaitu porsio supra vaginalis (leher rahim) dan porsio vaginalis (mulut rahim).[4]
Serviks terdiri atas banyak jaringan ikat. Struktur ini dilapisi oleh epitel kelenjar selapis yang menghasilkan mucus di bagian dalam kanalis servikalis (endoserviks) dan epitel skuamosa berlapis pada bagian serviks yang terlihat dalam vagina (ektoserviks). Transisi antara epitel kelenjar dan skuamosa dikenal sebagai zona transformasi. Zona transformasi secara tipikal terdapat sedikit di dalam ostium eksterna (mulut luar) dari serviks.[5]
Gambar 1: Serviks (leher rahim)[6]
Sel kanker yang membelah secara abnormal dapat merusak tubuh. Potensi berawal ketika sel tunggal dalam jaringan mengalami transformasi, yaitu proses yang mengubah sel normal menjadi sel kanker. Sistem imun tubuh secara normal mengenali sel hasil transformasi tersebut kemudian sistem imun melakukan perlawanan dan menghancurkannya.
Namun, jika sistem imun kurang kebal, maka sel itu akan mungkin berproliferasi untuk membentuk tumor, yaitu gumpalan sel abnormal di dalam jaringan  yang masih normal. Jika sel abnormal ini tetap pada tempat asalnya, tumpukan itu disebut tumor jinak. Tumor jinak akan berubah menjadi tumor ganas jika dibiarkan. Tumor ganas akan merebak dan cukup merusak fungsi satu atau lebih organ. Seorang individu dengan tumor ganas dikatkan mengidap penyakit kanker. Penyebaran sel kanker diluar dari tempat asalnya disebut metastasis, dimana sel tumor ganas (kanker) tumbuh secara tidak terkontrol dan dapat menyebar ke jaringan disekitarnya dan melalui sistem peredaran ke bagian tubuh lainnya.[7]
Pada tahun 2005 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penyakit tidak menular  merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dalam hal ini kanker sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. Data lain dari Globocan tahun 2008, menunjukkan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Dengan kejadian rata-rata 15 per 100.000 perempuan dan dengan jumlah kematian sebesar 7,8 % per tahun dari seluruh kanker pada perempuan di dunia.[8]
Secara umum kanker serviks diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kanker serviks preinvasif (stadium diplasia dan karsinoma in situ) dan kanker serviks invasif. Kanker serviks preinvasif dimulai dari perubahan abnormal, minimal dari serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnormal. Kanker serviks prainvasif akan tumbuh menjadi kanker serviks invasive jika tidak diobati. Kanker serviks invasif sel-selnya telah menembus bagian terdalam dari jaringan servikas dan telah tersebar ke jaringan lain melalui pembuluh getah bening.[9]
Gejala yang ditimbulkan dari kanker serviks tergantung pada tingkat pertumbuhan (stadium). Pada tahap dini sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali keluhan akibat infeksi, seperti keputihan. Kadang ditemukan adanya pendarahan vagina di luar masa haid, keluhan sakit setelah bersenggama (hubungan seksual), dan infeksi pada saluran dan kandung kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan menurun, anemia karena pendarahan, dan timbul vistula vesikovaginal atau fistula rektovaginal.[10]
Gambar 2: Gambar animasi tingkatan stadium kanker serviks[11]
Gambar 3: Gambar nyata tingkatan stadium kanker serviks.[12]
Stadium
Keterangan
0
Kanker serviks stadium 0 biasa disebut karsinoma in situ. Sel abnormal haya ditemukan di dalam lapisan serviks.
I
Kanker hanya ditemukan pada leher rahim.
II
Kanker yang telah menyebar di luar leher rahim, tetapi tidak menyebar ke dinding pelvis atau sepertiga bagian bawah vagina.
III
Kanker telah menyebar hingga sepertiga bagian bawah vagina. Mungkin telah menyebar ke dinding panggul dan atau telah menyebabkan ginjal tidak berfungsi.
IV
Kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau bagian tubuh lain seperti paru-paru, tulang dan hati.



B.     Faktor yang Menyebabkan Kanker Serviks
Ada beberapa faktor penyebab kanker, yaitu:
1.      Berhubungan seksual di usia muda kurang dari 20 tahun.
2.      Sering berganti pasangan seksual.
3.      Kehamilan berulang kali (sering melahirkan).
4.      Infeksi virus dan bakteri virus herpes simpleks dan human papilloma virus (HPV).[13] Virus HPV  akan menyerang selaput di dalam mulut dan kerongkongan, serviks, serta anus. Virus HPV terbagi menjadi 2 yaitu virus HPV berisiko rendah yang menyebabkan kutil kelamin, dan virus HPV berisiko tinggi yang dapat mengubah permukaan sel-sel vagina. Virus yang termasuk berisiko tinggi adalah virus HPV tipe 16, 18, 31, 33, dan 45.[14]
5.      Riwayat keluarga, seseorang yang memiliki riwayat kanker serviks memiliki risiko terkenan kanker 2-3x lipat.
6.      Perokok aktif maupun pasif,  karena kandungan nikotin dan zat-zat lainnya yang terdapat dalam rokok dapat menganggu sel-sel epitel serviks.[15]
C.     Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks
1.      Pencegahan
Ada beberapa langkah pencegahan kanker serviks, yaitu: menghindari seks diusia muda, tidak berganti pasangan seksual, menjaga kebersihan alat genetalia, bagi wanita yang telah berhubungan seksual dan melahirkan anak dianjurkan untuk melakukan papsmear setahun sekali, tidak merokok, mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan seimbang.[16]
Papsmear merupakan pemeriksaan secara mikroskopik dari jaringan serviks uteri yang dapat mendeteksi adanya sel-sel kanker. Pemeriksaan papsmear dan kolposkopi (peneropongan vagina) merupakan sarana diagnosis dalam mendeteksi kanker serviks secara dini.[17] Selain papsmear, ada juga skrining (penapisan) untuk menentukan apakah seseorang terkena virus HPV atau lesi prakanker yang harus dilanjutkan apabila ditemukan lesi.[18]
Pencegahan lainnya yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksin HPV terbaru yang dipatenkan terbukti efektif  dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang telah menyebabkan 70% seluruh kanker serviks, vaksin ini juga efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% kanker.
Vaksin HPV memiliki keuntungan potensial lainnya bagi sistem kesehatan secara umum. Penyediaan vaksin tersebut dapat membantu membangun sinergi antara imunisasi, pengendalian kanker dan kesehatan reproduksi seksual.[19]
Ada beberapa tanaman yang bia digunakan sebagai obat herbal untuk mencegah dan mengatasi kanker serviks, yaitu: Arbenam (Duchesnea indica), bawang putih (Allium sativum), biji bidara laut (Strychnos nux-vomica), Brojolintang (Belamcanda chinensis),[20] dan lain sebagainya.



2.      Pengobatan
Tindakan pengobatan akan dilakukan sesuai dengan stadium penderita kanker serviks saat didiagnosis. Ada beberapa pengobatan untuk kanker serviks, yaitu: tindakan bedah (operasi), radioterapi, kemoterapi. Berdasarkan stadiumnya, pengobatan yag dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Stadium prakanker (stadium 0 dan I)
Stadium prakanker hingga stadium I awal biasanya diobati dengan histerektomi (pengangkatan rahim). Apabila pasien masih ingin memiliki anak biasanya dilakukan metode LEEP atau cone biopsy.
2.      Stadium awal (stadium I dan II)
Apabila ukuran kanker kurang dari 4 cm biasanya dilakukan pengangkatan seluruh rahim atau radioterapi dengan atau tanpa kemoterapi.
Apabila ukuran kanker lebih dari 4 cm biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, pengangkatan seluruh rahim.
3.       Stadium lanjut (stadium II akhir-IV awal)
Dapat diobati dngan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Pada stadium IV akhir dokter dapat mempertimbangkan kemoterapi dengan kombinasi obat misalnya hycamtin dan cisplatin.[21]

IV.       KESIMPULAN
Kanker adalah tumbuhnya sel-sel yang tidak normal (abnormal) pada jaringan atau organ tertentu yang terus menerus dan tidak terkendali. Sel kanker ini bersifat ganas dan menyebabkan kematian. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian serviks atau leher rahim.
Gejalanya pada tahap dini adalah seperti keputihan, ditemukan adanya pendarahan vagina di luar masa haid, keluhan sakit setelah bersenggama, dan infeksi pada saluran dan kandung kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan menurun, anemia karena pendarahan, dan timbul vistula vesikovaginal atau fistula rektovaginal. Stadiumnya terdiri dari stadium I, II, III, dan IV.
Faktor yang mempengaruhi kanker serviks  adalah berhubungan seksual usia muda, berganti pasangan seksual, sering melahirkan, Infeksi virus dan bakteri virus herpes simpleks dan human papilloma virus (HPV), riwayat keluarga yang memiliki riwayat kanker serviks memiliki risiko terkenan kanker 2-3x lipat, dan merokok.
Pencegahannya yaitu menghindari faktor-faktor penyebab kanker di atas, pemeriksaan papsmear, kolposkopi dan skrining, mengkonsumsi makanan bergizi, dan vaksinasi HPV serta dapat mengkonsumsi tumbuhan herbal pencegah kanker serviks. Pengobatan kanker serviks dilakukan sesuai dengan stadium penderita kanker serviks saat didiagnosis, antara lain tindakan operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

V.          PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat penulis susun, apabila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan maka kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk memperbaiki makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Aamiin....

DAFTAR PUSTAKA

Campbell dan Jane B. Reece. 2002. Biology, fifth edition. Terj. Rahayu Lestari, et al. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Heffner, Linda J. dan Danny J. Schust. 2008. The Reproductive System at a Glance Secon Edition. Terj. Vidhia Umami. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Nurwijaya, Hartati, dkk., 2010. Cegah dan deteksi kanker serviks. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Syaifuddin. 2011. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Tim CancerHelps. 2010. Stop Kanker. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Wijayakusuma, Hembing. 2008. Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa Swara.
Departemen Kesehatan RI, Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1668-gerakan-perempuan-melawan-kanker-serviks-.html (Diakses 23 April 2013 pukul 07.50 AM).
Departemen Kesehatan RI, Vaksin HPV Untuk Perangi Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/873-vaksin-hpv-untuk-perangi-kanker-serviks.html (Diakses 23 April 2013 pukul 07.43 AM).
Departemen Kesehatan RI. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara. E-book: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/bukusaku_kanker.pdf (Diakses Diakses 23 April 2013 pukul 07.47 AM).
http://www.kankerserviks.org/info/penyebab-kanker-serviks.html (Diakses 25 Mei 2013 pukul 13.06 PM).









[1] Departemen Kesehatan RI, Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara, E-book: 2009, hlm.5,
[2] Campbell dan Jane B. Reece, Biology, fifth edition, terj. Rahayu Lestari et al. (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002), hlm. 235.
[3] Hartati Nurwijaya, dkk., Cegah dan deteksi kanker serviks, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2010), hlm. 2.
[4] Syaifuddin, Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2, (Jakarta: Salemba Medika, 2011), hlm. 315.
[5] Linda J. Heffner dan Danny J. Schust, The Reproductive System at a Glance Secon Edition,terj. Vidhia Umami, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008), hlm. 31.
[7] Campbell dan Jane B. Reece, Biology, fifth edition, terj. Rahayu Lestari et al. (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002), hlm. 235.
[8] Departemen Kesehatan RI, Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1668-gerakan-perempuan-melawan-kanker-serviks-.html (Diakses 23 April 2013 pukul 07.50 AM).
[9] Hembing Wijayakusuma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 7.
[10] Hembing Wijayakusuma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[11] www.kankerserviks.org/info/penyebab-kanker-serviks.html (Diakses 25 Mei 2013 pukul 13.06 PM ).
[13] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[14] Tim CancerHelps, Stop Kanker, (Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2010), hlm. 52.
[15] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[16] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[17] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm.7.
[18] Departemen Kesehatan RI, Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara, E-book: 2009, hlm. 5,
[19] Departemen Kesehatan RI, Vaksin HPV Untuk Perangi Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/873-vaksin-hpv-untuk-perangi-kanker-serviks.html (Diakses 23 April 2013 pukul 07.43 AM).
[20] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 19-25.
[21] Tim CancerHelps, Stop Kanker, (Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2010), hlm. 61.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Kanker Serviks', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1366/1/51407001.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    BalasHapus