KANKER LEHER RAHIM (KANKER SERVIKS)
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Biologi Sel
Dosen Pengampu : Dian Triastari Armanda, M.Si
Disusun Oleh:
Reginia Candra Arinta (103811022)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
KANKER LEHER RAHIM (KANKER SERVIKS)
I.
PENDAHULUAN
Indonesia
merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan sedang giat-giatnya
melakukan pembangunan. Namun dibalik pembangunan yang sedang gencar-gencarnya
dilaksanakan, banyak pula permasalahan yang sering dihadapi oleh Indonesia, salah
satunya adalah kematian yang disebabkan oleh penyakit. Banyak kasus kematian
yang dialami oleh rakyat Indonesia yang disebabkan karena suatu penyakit, baik
dari penyakit yang ringan namun tidak ditangani secara baik sampai penyakit
yang cukup berat dan mematikan. Penyakit yang cukup mematikan yang sedang
dihadapi oleh Indonesia cukup beragam, diantaranya adalah kanker.
Kanker
adalah tumbuhnya sel-sel yang tidak normal (abnormal) pada jaringan atau organ
tertentu yang terus menerus dan tidak terkendali. Sel kanker ini bersifat ganas
dan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.[1]
Sel
kanker tidak menanggapi secara normal mekanisme pengontrolan tubuh. Sel itu
membelah secara berlebihan dan menyerang jaringan lain.[2] Sel kanker
dapat berasal dari setiap jenis sel yang terdapat dalam tubuh manusia, salah
satunya yaitu sel kanker yang terjadi pada leher rahim atau yang sering disebut
juga dengan serviks. Pada makalah ini, akan dibahas mengenai kanker serviks.
II.
RUMUSAN MASALAH
A. Apakah
kanker serviks itu dan bagaimana gejala-gejalanya serta bagaimana tingkatan
stadium kanker serviks itu?
B. Apa
sajakah faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks?
C. Bagaimana
cara pengobatan dan pencegahan kanker serviks?
III. PEMBAHASAN
A.
Pengertian dan Gejala
Kanker Serviks
Kanker
serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang bagian serviks atau
leher rahim. Serviks berasal dari bahasa latin yang artinya
leher. Serviks adalah organ yang menghubungkan rahim dan vagina.[3]
Serviks terbagi menjadi dua bagian, yaitu porsio supra vaginalis (leher rahim) dan
porsio vaginalis (mulut rahim).[4]
Serviks
terdiri atas banyak jaringan ikat. Struktur ini dilapisi oleh epitel kelenjar
selapis yang menghasilkan mucus di bagian dalam kanalis servikalis
(endoserviks) dan epitel skuamosa berlapis pada bagian serviks yang terlihat
dalam vagina (ektoserviks). Transisi antara epitel kelenjar dan skuamosa
dikenal sebagai zona transformasi. Zona transformasi secara tipikal terdapat
sedikit di dalam ostium eksterna (mulut luar) dari serviks.[5]
Gambar 1:
Serviks (leher rahim)[6]
Sel
kanker yang membelah secara abnormal dapat merusak tubuh. Potensi berawal
ketika sel tunggal dalam jaringan mengalami transformasi, yaitu proses yang
mengubah sel normal menjadi sel kanker. Sistem imun tubuh secara normal
mengenali sel hasil transformasi tersebut kemudian sistem imun melakukan
perlawanan dan menghancurkannya.
Namun,
jika sistem imun kurang kebal, maka sel itu akan mungkin berproliferasi untuk
membentuk tumor, yaitu gumpalan sel abnormal di dalam jaringan yang masih normal. Jika sel abnormal ini tetap
pada tempat asalnya, tumpukan itu disebut tumor jinak. Tumor jinak akan berubah
menjadi tumor ganas jika dibiarkan. Tumor ganas akan merebak dan cukup merusak
fungsi satu atau lebih organ. Seorang individu dengan tumor ganas dikatkan
mengidap penyakit kanker. Penyebaran sel kanker diluar dari tempat asalnya
disebut metastasis, dimana sel tumor ganas (kanker) tumbuh secara tidak
terkontrol dan dapat menyebar ke jaringan disekitarnya dan melalui sistem
peredaran ke bagian tubuh lainnya.[7]
Pada
tahun 2005 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penyakit tidak
menular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dalam hal ini
kanker sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung
dan pembuluh darah. Data lain dari Globocan tahun 2008, menunjukkan bahwa
kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua setelah kanker
payudara. Dengan kejadian rata-rata 15 per 100.000 perempuan dan dengan jumlah
kematian sebesar 7,8 % per tahun dari seluruh kanker pada perempuan di dunia.[8]
Secara
umum kanker serviks diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kanker serviks
preinvasif (stadium diplasia dan karsinoma in situ) dan kanker serviks invasif.
Kanker serviks preinvasif dimulai dari perubahan abnormal, minimal dari serviks
sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnormal. Kanker
serviks prainvasif akan tumbuh menjadi kanker serviks invasive jika tidak
diobati. Kanker serviks invasif sel-selnya telah menembus bagian terdalam dari
jaringan servikas dan telah tersebar ke jaringan lain melalui pembuluh getah
bening.[9]
Gejala
yang ditimbulkan dari kanker serviks tergantung pada tingkat pertumbuhan
(stadium). Pada tahap dini sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali
keluhan akibat infeksi, seperti keputihan. Kadang ditemukan adanya pendarahan
vagina di luar masa haid, keluhan sakit setelah bersenggama (hubungan seksual),
dan infeksi pada saluran dan kandung kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan
rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan
berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan menurun, anemia karena pendarahan,
dan timbul vistula vesikovaginal atau fistula rektovaginal.[10]
Gambar 2: Gambar
animasi tingkatan stadium kanker serviks[11]
Gambar 3: Gambar
nyata tingkatan stadium kanker serviks.[12]
|
Stadium
|
Keterangan
|
|
0
|
Kanker serviks stadium 0 biasa disebut karsinoma
in situ. Sel abnormal haya ditemukan di dalam lapisan serviks.
|
|
I
|
Kanker hanya ditemukan pada leher rahim.
|
|
II
|
Kanker yang telah menyebar di luar leher rahim,
tetapi tidak menyebar ke dinding pelvis atau sepertiga bagian bawah vagina.
|
|
III
|
Kanker telah menyebar hingga sepertiga bagian
bawah vagina. Mungkin telah menyebar ke dinding panggul dan atau telah
menyebabkan ginjal tidak berfungsi.
|
|
IV
|
Kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum,
atau bagian tubuh lain seperti paru-paru, tulang dan hati.
|
B. Faktor
yang Menyebabkan Kanker Serviks
Ada
beberapa faktor penyebab kanker, yaitu:
1. Berhubungan
seksual di usia muda kurang dari 20 tahun.
2. Sering
berganti pasangan seksual.
3. Kehamilan
berulang kali (sering melahirkan).
4. Infeksi
virus dan bakteri virus herpes simpleks dan human papilloma virus (HPV).[13] Virus
HPV akan menyerang selaput di dalam
mulut dan kerongkongan, serviks, serta anus. Virus HPV terbagi menjadi 2 yaitu
virus HPV berisiko rendah yang menyebabkan kutil kelamin, dan virus HPV
berisiko tinggi yang dapat mengubah permukaan sel-sel vagina. Virus yang
termasuk berisiko tinggi adalah virus HPV tipe 16, 18, 31, 33, dan 45.[14]
5. Riwayat
keluarga, seseorang yang memiliki riwayat kanker serviks memiliki risiko
terkenan kanker 2-3x lipat.
6. Perokok
aktif maupun pasif, karena kandungan
nikotin dan zat-zat lainnya yang terdapat dalam rokok dapat menganggu sel-sel
epitel serviks.[15]
C. Pencegahan
dan Pengobatan Kanker Serviks
1. Pencegahan
Ada
beberapa langkah pencegahan kanker serviks, yaitu: menghindari seks diusia
muda, tidak berganti pasangan seksual, menjaga kebersihan alat genetalia, bagi
wanita yang telah berhubungan seksual dan melahirkan anak dianjurkan untuk
melakukan papsmear setahun sekali, tidak merokok, mengkonsumsi makanan yang
bergizi tinggi dan seimbang.[16]
Papsmear
merupakan pemeriksaan secara mikroskopik dari jaringan serviks uteri yang dapat
mendeteksi adanya sel-sel kanker. Pemeriksaan papsmear dan kolposkopi
(peneropongan vagina) merupakan sarana diagnosis dalam mendeteksi kanker
serviks secara dini.[17]
Selain papsmear, ada juga skrining (penapisan) untuk menentukan apakah
seseorang terkena virus HPV atau lesi prakanker yang harus dilanjutkan apabila
ditemukan lesi.[18]
Pencegahan
lainnya yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksin HPV terbaru yang
dipatenkan terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18
yang telah menyebabkan 70% seluruh kanker serviks, vaksin ini juga efektif
dalam mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% kanker.
Vaksin
HPV memiliki keuntungan potensial lainnya bagi sistem kesehatan secara umum.
Penyediaan vaksin tersebut dapat membantu membangun sinergi antara imunisasi,
pengendalian kanker dan kesehatan reproduksi seksual.[19]
Ada
beberapa tanaman yang bia digunakan sebagai obat herbal untuk mencegah dan
mengatasi kanker serviks, yaitu: Arbenam (Duchesnea
indica), bawang putih (Allium sativum),
biji bidara laut (Strychnos nux-vomica),
Brojolintang (Belamcanda chinensis),[20]
dan lain sebagainya.
2. Pengobatan
Tindakan
pengobatan akan dilakukan sesuai dengan stadium penderita kanker serviks saat
didiagnosis. Ada beberapa pengobatan untuk kanker serviks, yaitu: tindakan
bedah (operasi), radioterapi, kemoterapi. Berdasarkan stadiumnya, pengobatan
yag dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Stadium
prakanker (stadium 0 dan I)
Stadium prakanker
hingga stadium I awal biasanya diobati dengan histerektomi (pengangkatan
rahim). Apabila pasien masih ingin memiliki anak biasanya dilakukan metode LEEP
atau cone biopsy.
2. Stadium
awal (stadium I dan II)
Apabila ukuran kanker
kurang dari 4 cm biasanya dilakukan pengangkatan seluruh rahim atau radioterapi
dengan atau tanpa kemoterapi.
Apabila ukuran kanker
lebih dari 4 cm biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapi berbasis
cisplatin, pengangkatan seluruh rahim.
3. Stadium lanjut (stadium II akhir-IV awal)
Dapat diobati dngan
radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Pada stadium IV akhir dokter
dapat mempertimbangkan kemoterapi dengan kombinasi obat misalnya hycamtin dan
cisplatin.[21]
IV. KESIMPULAN
Kanker
adalah tumbuhnya sel-sel yang tidak normal (abnormal) pada jaringan atau organ
tertentu yang terus menerus dan tidak terkendali. Sel kanker ini bersifat ganas
dan menyebabkan kematian. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian
serviks atau leher rahim.
Gejalanya pada
tahap dini adalah seperti keputihan, ditemukan adanya pendarahan vagina di luar
masa haid, keluhan sakit setelah bersenggama, dan infeksi pada saluran dan kandung
kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan
yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, nafsu makan hilang, berat
badan menurun, anemia karena pendarahan, dan timbul vistula vesikovaginal atau
fistula rektovaginal. Stadiumnya terdiri dari stadium I, II, III, dan IV.
Faktor
yang mempengaruhi kanker serviks adalah
berhubungan seksual usia muda, berganti pasangan seksual, sering melahirkan, Infeksi
virus dan bakteri virus herpes simpleks dan human papilloma virus (HPV),
riwayat keluarga yang memiliki riwayat kanker serviks memiliki risiko terkenan
kanker 2-3x lipat, dan merokok.
Pencegahannya
yaitu menghindari faktor-faktor penyebab kanker di atas, pemeriksaan papsmear,
kolposkopi dan skrining, mengkonsumsi makanan bergizi, dan vaksinasi HPV serta
dapat mengkonsumsi tumbuhan herbal pencegah kanker serviks. Pengobatan kanker
serviks dilakukan sesuai dengan stadium penderita kanker serviks saat
didiagnosis, antara lain tindakan operasi, radioterapi, dan kemoterapi.
V.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat penulis susun,
apabila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan maka kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk memperbaiki makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya
dan bagi penulis pada khususnya. Aamiin....
DAFTAR PUSTAKA
Campbell dan Jane B. Reece. 2002. Biology, fifth edition. Terj. Rahayu Lestari,
et al. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Heffner, Linda J. dan Danny J. Schust.
2008. The Reproductive System at a Glance
Secon Edition. Terj. Vidhia Umami. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Nurwijaya, Hartati, dkk., 2010. Cegah dan deteksi kanker serviks.
Jakarta: Elex Media Komputindo.
Syaifuddin. 2011. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2. Jakarta:
Salemba Medika.
Tim CancerHelps. 2010. Stop Kanker. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Wijayakusuma, Hembing. 2008. Atasi Kanker dengan Tanaman Obat.
Jakarta: Puspa Swara.
Departemen Kesehatan RI, Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1668-gerakan-perempuan-melawan-kanker-serviks-.html
(Diakses 23 April 2013 pukul 07.50 AM).
Departemen Kesehatan RI, Vaksin HPV Untuk Perangi Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/873-vaksin-hpv-untuk-perangi-kanker-serviks.html
(Diakses 23 April 2013 pukul 07.43 AM).
Departemen Kesehatan RI. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim
& Kanker Payudara. E-book: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/bukusaku_kanker.pdf
(Diakses Diakses 23 April 2013 pukul 07.47 AM).
http://www.ingateros.com/2010/04/kanker-serviks-penyebab-tanda-tanda-cara-mencegah-dan-mengobati-kanker-serviks.html
(Diakses 23 April 2013 pukul 07.41 AM).
http://www.kankerserviks.org/info/penyebab-kanker-serviks.html
(Diakses 25 Mei 2013 pukul 13.06 PM).
http://www.santaisejenak.com/health/ini-cara-jitu-cegah-serangan-kanker-serviks-yang-ganas/
(Diakses 25 Mei 2013 pukul 13.10 PM).
[1] Departemen Kesehatan RI, Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim
& Kanker Payudara, E-book: 2009, hlm.5,
http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/bukusaku_kanker.pdf (Diakses 23 April 2013 pukul
07.47 AM).
[2] Campbell dan Jane B. Reece, Biology, fifth edition, terj. Rahayu Lestari
et al. (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002), hlm. 235.
[3] Hartati Nurwijaya, dkk., Cegah dan deteksi kanker serviks,
(Jakarta: Elex Media Komputindo, 2010), hlm. 2.
[4] Syaifuddin, Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2, (Jakarta:
Salemba Medika, 2011), hlm. 315.
[5] Linda J. Heffner dan Danny J.
Schust, The Reproductive System at a
Glance Secon Edition,terj. Vidhia Umami, (Jakarta: Penerbit Erlangga,
2008), hlm. 31.
[6] http://www.ingateros.com/2010/04/kanker-serviks-penyebab-tanda-tanda-cara-mencegah-dan-mengobati-kanker-serviks.html (Diakses 23 April 2013 pukul
07.41 AM).
[7] Campbell dan Jane B. Reece, Biology, fifth edition, terj. Rahayu Lestari
et al. (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002), hlm. 235.
[8] Departemen Kesehatan RI, Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1668-gerakan-perempuan-melawan-kanker-serviks-.html (Diakses 23 April 2013 pukul 07.50
AM).
[9] Hembing Wijayakusuma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 7.
[10] Hembing Wijayakusuma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[12] http://www.santaisejenak.com/health/ini-cara-jitu-cegah-serangan-kanker-serviks-yang-ganas/ (Diakses 25 Mei 2013 pukul 13.10
PM).
[13] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[14] Tim CancerHelps, Stop Kanker, (Jakarta: AgroMedia Pustaka,
2010), hlm. 52.
[15] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[16]
Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 8.
[17] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm.7.
[18]
Departemen Kesehatan RI, Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim
& Kanker Payudara, E-book: 2009, hlm. 5,
http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/bukusaku_kanker.pdf (Diakses 23 April 2013 pukul
07.47 AM).
[19] Departemen Kesehatan RI, Vaksin HPV Untuk Perangi Kanker Serviks, http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/873-vaksin-hpv-untuk-perangi-kanker-serviks.html (Diakses 23 April 2013 pukul
07.43 AM).
[20] Hembing Wijayakususma, Atasi Kanker dengan Tanaman Obat, (Jakarta:
Puspa Swara, 2008), hlm. 19-25.
[21] Tim CancerHelps, Stop Kanker, (Jakarta: AgroMedia Pustaka,
2010), hlm. 61.

kita juga punya nih artikel mengenai 'Kanker Serviks', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
BalasHapushttp://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1366/1/51407001.pdf
trimakasih
semoga bermanfaat