Hippocampus spp
(Kuda
Laut)
Makalah
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Sistematika dan Anatomi Vertebrata
Dosen
Pengampu: Siti Mukhlisoh, S.Si., M.Si
|
|
|||
Disusun
oleh :
Reginia
Candra Arinta (103811022)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
Hippocampus spp
(Kuda
Laut)
I.
PENDAHULUAN
Vertebrata
(hewan bertulang belakang) adalah salah satu di antara 3 filum Chordata. Dalam filum
ini terdapat manusia (bersama dengan ikan, katak, ular, burung dan mamalia lainnya).[1] Secara Filogeni munculnya
vertebrata dirunut dari Chordata. Karakteristik utama Chordata adalah adanya notochord
(chorda dorsalis) berupa struktur batang fleksibel memanjang dari bagian
anterior sampai posterior tubuh yang menggambarkan skeleton aksiale primitive, nervecord
dan celah insang faringeal pada masa perkembangan embrionik.[2] Chordata tingkat tinggi
adalah memiliki jantung di bagian ventral tubuh, sistema portae hepatic,
korpuskula darah merah dan ada ekor di bagian anal. Vertebrata masih mempertahankan karakteristik
Chordata primitive tetapi memiliki spesialisasi tambahan.
Osteichthyes atau
disebut juga ikan bertulang sejati adalah kelas dari anggota hewan bertulang
belakang yang merupakan subfilum dari Pisces. Osteichthyes berasal dari
bahasa Yunani, yaitu osteon yang berati tulang dan ichthyes yang
berarti ikan.[3]
Di antara semua
kelas vertebrata, ikan bertulang keras (Kelas Osteichthyes) adalah yang paling
banyak jumlahnya, baik dalam hal jumlah individu maupun dalam jumlah spesies
(sekitar 30.000). Berukuran antara 1 cm dan lebih dari 6 m, ikan bertulang
keras sangat melimpah di laut dan di hampir setiap habitat air tawar.[4]
Semua jenis ikan yang
termasuk dalam kelas Osteichthyes memiliki sebagian tulang keras, mulut dan
lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari
luar) dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Jantung beruang dua, darah
berwarna pucat, mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga
mempunyai sistem limfa dan sistem porta renalis. Mempunyai hati yang berkantong
empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka,
tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat
sisi, indra mata, telinga dalam dengan tiga saluran semisirkuler dan memiliki
otolit untuk keseimbangan. Bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang
(operkulum).[5]
Pada
makalah ini akan dibahas Kuda Laut (Hippocampus spp) yang termasuk dalam
kelas Osteichthyes yang subfilum Pisces.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Bagaimana klasifikasi ilmiah Kuda Laut itu?
B.
Bagaimana bentuk morfologi dan anatomi Kuda Laut
itu?
C.
Apa peranan Kuda Laut itu?
III.
PEMBAHASAN
A.
Klasifikasi Ilmiah Kuda Laut
Gambar 1. Kuda laut dan klasifikasinya (Saanin, 1988)
Klasifikasi ilmiah
kuda laut:
Filum : Chordata
Kelas :
Pisces
Ordo :
Gasterosteiformes
Famili :
Syngnathidae
Genus :
Hippocampus
Spesies : Hippocampus spp
B.
Bentuk
Morfologi dan Anatomi Kuda Laut
Gambar 2. Bagian-bagian
tubuh kuda laut
Morfologi dari kuda laut sangat unik,
bahkan dapat dikatakan menyimpang dari bentuk ikan-ikan pada umumnya. Namun
menurut Thayib (1977), meski bentuk tubuhnya menyimpang dari bentuk ikan pada
umumnya tapi ia dilengkapi oleh organ-organ yang identik dengan organ-organ
ikan.[6]
Tubuh kuda laut bersegmen dan mempunyai satu
sirip punggung, insang membuka yang sangat kecil dan dilengkapi sepasang sirip
dada (pectoralfin), satu sirip dubur (analfin) yang sangat kecil, sirip perut
dan sirip ekor tidak ada (Nelson 1976, Weber & Beaufort 1922, Burton &
Maurice 1983, Vincent 1998). Kuda laut memiliki baju yang disebut baju zirah
atau "baju besi" yang berfungsi sebagai pelindung bahaya. Baju zirah
tersebut sangat keras seperti batu, bahkan tidak dapat dihancurkan hanya dengan
tangan manusia. Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut
berbeda dengan cara berenang ikan pada umumnya. Kuda laut sendiri berenang
dalam posisi tubuh tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala keatas dan
kebawah. Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa meilihat dua buah benda yang
berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya juga dapat bergerak dengan bebas,
berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat
sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalnya ke kiri dan ke
kanan.[7]
Kuda laut termasuk ke dalam jenis ikan yang memiliki
struktur dan penampilan khusus (berbeda dengan jenis ikan lannya). Kepala kuda
laut berbentuk segitiga menyerupai kuda, mulutnya panjang dan runcing membentuk
sudut 90˚ dari badannya, ekornya panjang merincing di bagian ujung. Ekornya
berfungsi untuk mengaitkan tubuhnya pada suatu substrat seperti rumpul laut,
terumbu karang, atau benda-benda lain yang ada di lingkungan. Ukuran kuda laut
berkisar antara 1,5 inci hingga 14 inci. Bagian tubuh kuda laut tertutup oleh
keping tulang yang berlapis-lapis menyerupai perisai. Jenis kelamin kuda laut
dapat dibedakan dari dua hal, yaitu ukuran tubuh dan kantung telur. Ukuran kuda
laut jantan lebih besar daripada betina. Selain itu, kuda laut jantan memiliki
kantung telur di bagian bawah perut. Fungsi kantung telur itu adalah untuk
mengasuh anak-anaknya. Hingga saat ini terdapat 25 spesies kuda laut yang
tersebar merata di seluruh dunia.[8]
1.
Kemampuan Berkamuflase
Gambar 3. Kuda laut yang sedang berkamuflase
Kuda
laut terkenal dengan kemampuan kamuflasenya yang sangat hebat, yaitu dengan
cara mengubah corak tubuhnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya atau
menumbuhkan filamen-filamen di sekujur tubuhnya sehingga tampak menyerupai
tumbuhan laut. Kamuflase ini dilakukan dalam rangka menghindari predator,
mengelabui mangsa, dan selama aktivitas perkawinan.[9]
Sebagain
besar kuda laut mempunyai warna kecoklat-coklatan alami, warna campuran abu-abu
dan coklat atau bahkan warna hitam agar sesuai dengan lingkungannya. Ada juga
beberapa jenis yang dapat membuat diri mereka menjadi oranye berpendar hingga
ungu pekat (Hidayat dan Silfester, 1998). Walaupun memiliki banyak warna, namun
beberapa spesiesnya berwarna sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat.
Perbedaan jensi-jenis kuda laut yang paling menonjol adalah terdapatnya
duri-duri atau tulang yang muncul pada setiap cincin (ring) di tubuh dan
mahkotanya, perbedaan lainnya adalah bentuk badannya ada yang langsing dan
lebih panjang dan ada juga yang lebih gemuk dan lebar.
2.
Reproduksi Kuda Laut
Makhluk hidup dapat menjaga
kelanjutan generasinya melalui sistem reproduksi yang berfungsi secara
sempurna. Selain memiliki system
reproduksi,
hewan juga memiliki naluri khusus yang membuat proses produksi menjadi suatu
hal yang penting dan menarik untuk dilakukan. Salah satu hewan yang memiliki
proses reproduksi yang cukup menarik adalah kuda laut,
karena pemeliharaan telur dan anak-anaknya diserahkan kepada individu jantan
(paternal).
Sebagian besar kuda laut memiliki
musim kawin sepanjang tahun. Biasanya mereka kawin pada pagi atau sore hari.
Ada beberapa spesies yang memiliki musim kawin antara bulan Agustus hingga
Oktober. Ada pula spesies yang musim kawinnya pada saat bulan purnama.[10]
Kuda laut
merupakan hewan bereproduksi secara eksternal. Pada
musim reproduksi, kuda laut jantan
dengan kantung telur yang kosong siap melakukan pemijahan. Biasanya kuda laut
akan mencari tempat di dekat rerumputan untuk melakukan perkawinan.
Gambar
4. Kuda
laut betina memasukkan sirip dubur ke kantung telur jantan
Kuda
laut jantan betina menggunakan ekornya untuk menggapai pasangan dalam
pemijahan. Proses pemijahan diawali dengan masuknya sirip dubur kuda laut
betina ke dalam kantong kuda laut jantan. Selanjutnya telur kuda laut
betina disemprotkan ke dalam kantung telur (brood pouch)
untuk selanjutnya dibuahi oleh kuda laut jantan. Masa
pemijahan kuda laut dapat berlangsung sepanjang tahun, tergantung pada kondisi
air, terutama temperatur. Dalam kondisi yang optimal, pemijahan dapat terjadi
hingga empat kali dalam setahun.
Kuda laut jantan
mengalami kehamilan selama 2-3 minggu. Dalam sekali fertilisasi bisa terdapat
sekitar 50-1500 anak kuda laut yang berkembang di dalam kantung telur jantan.
Di dalam kantung telur jantan terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi
memberikan nutrisi dan oksigen kepada anak-anak kuda laut. Pada saat jantan
siap melahirkan, kantung telurnya memanjang dan berbentuk seperti elips.
Kemudian terjadi tegangan otot dan kantung telur mulai bergerak ke depan dan ke
belakang, baru
kemudian anak kuda laut lahir.[11]
Bayi-bayi tersebut tidak keluar
secara langsung, namun dibutuhkan waktu beberapa jam, bahkan beberapa hari
hingga semua bayi dalam kantung telur dikeluarkan. Setelah melahirkan ada
beberapa kuda laut jantan yang mengalami kematian akibat adanya pembusukan sisa
bayi yang tidak berhasil dikeluarkan (mati) di dalam kantung. Bayi-bayi ini
sudah lebih dulu mati karena terlalu lama menunggu antrian untuk keluar.
Bangkainya tentu saja mengundang infeksi bakteri yang dapat membuat kuda laut
jantan meninggal. Untuk kuda laut jantan yang berhasil hidup, kantung telurnya
akan kembali ke ukuran semula setelah melahirkan dan kemudian siap untuk kawin
kembali.
Ukuran bayi-nayi kuda laut yang
baru lahir sekitar beberapa milimeter dan bantuknya sudah menyerupai kula laut
dewasa. Mereka akan segera menjelajah lingkungan hidupnya begitu keluar dari
kantung telur. Setelah 4 bulan, ukurannya akan bertambah menjadi 2.5 inchi.
Pertumbuhannya ini sangat dipengaruhi oleh kemampuannya mencari makan.
Kuda laut termasuk hewan monogami, yaitu hanya memiliki satu pasangan saja
seumur hidupnya. Apabila pasangannya mati, tertangkap, atau hilang, maka
pasangan yang tertinggal akan lebih memilih hidup sendiri, atau apabila
memutuskan untuk memiliki pasangan baru akan menunggu setelah jangka waktu yang
sangat lama.
3. Pencernaan Kuda Laut
Kuda laut
termasuk hewan planktivor dan piscivor, memakan segala jenis hewan mulai dari
kelompok crustasea hingga larva ikan. Kuda laut mempunyai pandangan ganda
(binocular vision) dan menggunakan matanya untuk mencari mangsa. Kuda laut
adalah pemangsa pasif yaitu menunggu makanan lewat dan menyerang mangsanya
dengan cara menghisap ke moncongnya yang agak panjang. Kuda laut tidak
mempunyai gigi dan mangsa ditelan
langsung (Elfahry, 2009).
Kemampuan daya cerna kuda laut sangat cepat, meskipun kuda laut mempunyai
saluran pencernaan yang bergulung-gulung (Asmanelli dan Ikhsan, 2000).[12]
4. Habitat dan Penyebaran
Kuda laut dapat dijumpai hampir di seluruh
perairan dunia, mulai dari kawasan beriklim tropis hingga beriklim sedang.
Habitat kuda laut terutama di sepanjang pesisir pantai, tepian laut,
teluk-teluk yang dangkal, mendiami tempat-tempat yang banyak terdapat di
terumbu karang, hutan mangrove, dan padang lamun. Dari sejumlah spesies anggota
kuda laut, Hippocampus kuda adalah jenis yang memiliki distribusi paling
luas, terutama di sepanjang perairan tropis Indo-Pasifik. Wilayah persebaran
hewan ini ke barat hingga Selat Inggris, ke timur hingga Kepulauan Hawaii, ke
utara hingga Laut Jepang, dan ke selatan hingga pantai Australia (Adip, 2009).
Berdasarkan survey dari Lourie et al. (2001), sembilan jenis kuda laut dapat ditemukan secara luas di Indonesia:
Berdasarkan survey dari Lourie et al. (2001), sembilan jenis kuda laut dapat ditemukan secara luas di Indonesia:
·
Hippocampus
pontohi
·
Hippocampus
barbouri
·
Hippocampus
bargibanti
·
Hippocampus
comes
·
Hippocampus
histrix
·
Hippocampus
kelloggi
·
Hippocampus
kuda
·
Hippocampus
spinosissimus
·
Hippocampus
trimaculatus
Populasi kuda laut terbesar terdapat di
perairan Indo-Pasifik. Kuda laut ditemukan di Australia sebanyak 10 spesies.
Asia Tenggara ditemukan 7 spesies, Jepang ditemukan 7 spesies dan sebelah barat
laut Amerika (Pasifik Selatan) 1 spesies, sedangkan disebelah barat Atlantik
dan Karibia ditemukan 3 spesies yang hidup disebelah selatan laut Amerika.
Atlantik Selatan juga mempunyai beberapa spesies dimana tiga spesies terdapat
di Afrika barat. Kuda laut umumnya hidup di perairan dangkal hingga kedalaman
20 meter, beberapa spesies ditemukan pada kedalaman lebih dari 50 meter
(Lourie, et al 1993). H.whitei, H. borbouniensis, H. erectus, H. guttulatus,
dan H. zosterae hidup di perairan hangat dan daerah tropis diantara hamparan
padang lamun atau rumput laut. Kuda laut juga hidup di dasar laut yang
ditumbuhi bunga karang lunak (H. subelong) dijumpai pula diantara karang
di daerah tropis (H. comes).[13]
C. Peranan Kuda Laut
Kuda laut amat cantik dan unik bentuk tubuhnya,
maka tidak jarang jika kuda laut memiliki peranan sebagai salah satu ikan hias
dalam aquarium. Peranan kuda laut juga sangat banyak dibalik keunikan dan
kecantikan tubuhnya, misalnya masyarakat China yang telah ribuan tahun
menjadikan kuda laut sebagai obat alternatif, antara lain:
·
untuk mengatasi melemahnya organ ginjal dan
hati,
·
untuk memperlancar peredaran darah,
·
mengobati asma,
·
menambah vitalitas seksual atau juga disfungsi
ereksi,
·
bisa juga menambah jumlah sperma yang sedikit.
Banyak
ahli kesehatan juga merekomendasikan kuda laut untuk:
·
mengatasi gangguan insomnia,
·
menguatkan rahim,
·
mengatasi rasa nyeri di daerah lutut,
·
serta mengatasi ancaman gangren.
IV.
Kesimpulan
Klasifikasi ilmiah
kuda laut:
Filum : Chordata
Kelas :
Pisces
Ordo :
Gasterosteiformes
Famili :
Syngnathidae
Genus :
Hippocampus
Spesies :
Hippocampus spp
Tubuh
kuda laut bersegmen dan mempunyai satu sirip punggung, insang membuka yang
sangat kecil dan dilengkapi sepasang sirip dada (pectoralfin), satu sirip dubur
(analfin) yang sangat kecil, sirip perut dan sirip ekor tidak ada. Meskipun
termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang
ikan pada umumnya. Kuda laut berenang dalam posisi tubuh tegak dan mereka
dapat menganggukkan kepala ke atas dan kebawah. Mata kuda laut sangat
unik. Ia bisa melihat dua buah benda yang berbeda pada waktu yang bersamaan.
Kepala kuda laut berbentuk segitiga menyerupai kuda, mulutnya
panjang dan runcing membentuk sudut 90˚ dari badannya, ekornya panjang meruncing
di bagian ujung. Ekornya berfungsi untuk mengaitkan tubuhnya pada suatu
substrat seperti rumput laut, terumbu karang, atau benda-benda lain yang ada di
lingkungan. Ukuran kuda laut berkisar antara 1,5 inci hingga 14 inci. Bagian
tubuh kuda laut tertutup oleh keping tulang yang berlapis-lapis menyerupai perisai.
Ukuran kuda laut jantan lebih besar daripada betina. Selain itu, kuda laut
jantan memiliki kantung telur di bagian bawah perut. Fungsi kantung telur itu
adalah untuk mengasuh anak-anaknya.
Kuda laut terkenal dengan kemampuan
kamuflasenya yang sangat hebat, yaitu dengan cara mengubah corak tubuhnya
sesuai dengan lingkungan sekitarnya atau menumbuhkan filamen-filamen di sekujur
tubuhnya sehingga tampak menyerupai tumbuhan laut. Kamuflase ini dilakukan
dalam rangka menghindari predator, mengelabui mangsa, dan selama aktivitas
perkawinan.
Kuda laut
merupakan hewan bereproduksi secara eksternal. Pada
musim reproduksi, kuda laut jantan
dengan kantung telur yang kosong siap melakukan pemijahan. Biasanya kuda laut
akan mencari tempat di dekat rerumputan untuk melakukan perkawinan.
Kuda laut
adalah pemangsa pasif yaitu menunggu makanan lewat dan menyerang mangsanya
dengan cara menghisap ke moncongnya yang agak panjang. Habitat dari hewan kuda laut kebanyakan di temukan di
laut.
Peranan Kuda laut bagi kehidupan manusia:
1.
Sebagai hewan
hias
2.
untuk mengatasi melemahnya organ ginjal dan
hati,
3.
untuk memperlancar peredaran darah,
4.
mengobati asma,
5.
menambah vitalitas seksual atau juga disfungsi
ereksi,
6. bisa
juga menambah jumlah sperma yang sedikit.
7.
mengatasi gangguan insomnia,
8.
menguatkan rahim,
9.
mengatasi rasa nyeri di daerah lutut,
10. serta
mengatasi ancaman gangren.
V. Penutup
Demikianlah makalah ini Penulis susun, apabila terdapat
kesalahan baik penulisan maupun penyampaian, maka kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat Penulis harapkan untuk pertimbangan dalam penyusunan
makalah selanjutnya dikemudian hari, karena Penulis sadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca pada umumnya dan bagi Penulis khususnya. Amiiin.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, dkk. 2003. Biologi Edisi
Kelima-Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Effendi, M.I.
2002. Biologi Perikanan.
Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara
Kimball John W. Dkk. 2006. Biologi Edisi Kelima
Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Saanin,
H. 1988. Taksonomi dan Kunci Identifikasi
Ikan 1. IKAPI: Penerbit Binacipta.
Sukiya, 2001.
Biologi Vertebrata. Yogyakarta: JICA
dan Biologi FMIPA UNY.
http://fpik.bunghatta.ac.id/berita-print-news-8.html
http://www.dkp.go.id/content.php?c:1301
http://www.kmb-sulsel.net/index.php?view=article&id=403%3Akuda-laut&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content
http://www.laksmindraf.staff.ugm.ac.id/wordpress/?tag=kuda-laut
[1] Kimball
John W. Dkk. Biologi Edisi Kelima Jilid 3, (Jakarta:Erlangga, 2006) hlm.919.
[2] Sukiya.
Biologi Vertebrata, (Yogyakarta: JICA dan Biologi FMIPA UNY, 2001) hlm.1.
[3]
http://id.wikipedia.org/wiki/Kuda_Laut
[4]
Campbell, dkk. Biologi Edisi Kelima-Jilid 2 (Jakarta:Erlangga,2003)
hlm.256
[5] Opcit.,
[6]https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl-MKKr31Efd9vhu1C0iBAcVNcDO4BuKzIxY-Gg8mOFgBT7HUxzfLQfjAEwAwx74vaP4EWy7oRSxBr3QWQLFTIba-UfwrzFvNnJw6F3MhIpx3SQJUdTeI-5yg0aB0jNStB_ZZB7OAuzUU/s320/SEAHOSRE.bmp
[7]http://www.kmb-sulsel.net/index.php?view=article&id=403%3Akuda-laut&tmpl=c
omponent& print=1&page=&option=com_content
[8]
http://www.dkp.go.id/content.php?c:1301
[9]
http://laksmindraff..staff.ugm.ac.id/wordpress/?tag=kuda-laut
[10] Op.Cit.,
[12]Op.Cit.,http://www.kmb-sulsel.net/index.php?view=article&id=403%3Akuda-laut&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content

Tidak ada komentar:
Posting Komentar